Backup atau membuat data salinan dari sebuah database sangat diperlukan terutama untuk mengantisipasi data hilang/rusak dan pada proses pemindahan server. Pada database MySQL, pembuatan backup database biasanya dilakukan dengan cara membuat file SQL yang berisi perintah untuk membuat struktur tabel dan perintah menyisipdan data baru.

Permasalahan yang sering muncul pada proses pembuatan file backup terutama pada shared server adalah timeout server. Jika data terlalu besar, proses tidak selesai pada batas waktu yang telah ditentukan meskipun pengguna telah mengatur ulang timeout server.

Kams Backup mengatasi permasalahan di atas dengan cukup cerdas dan bijaksana yaitu dengan cara memecah proses pembuatan backup menjadi beberapa sesi. Setiap tabel paling sedikit akan mempunyai satu sesi dan tabel tersebut akan dipecah menjadi beberapa sesi jika jumlah recordnya banyak. Setiap sesi akan dijalankan secara bergantian dengan menggunakan waktu jeda. Dengan demikian, beban server akan berkurang dan semua data dapat dibackup berapapun besarnya.

Setiap sesi akan menghasilkan satu file SQL yang kemudian dikompres dengan format ZIP. File tersebut akan disatukan di dalam sebuah direktori yang dibuat ketika pengguna memulai proses pembuatan backup dari sebuah database.

Untuk mendownload file-file SQL tersebut, pengguna tidak perlu mendownloadnya satu persatu karena Kams Backup dilengkapi dengan sebuah file manager yaitu Kams File Manager. Dengan Kams File Manager, pengguna dapat mempaketkan seluruh file yang berada di dalam direktori menjadi sebuah file ZIP kemudian mendownloadnya.

Perlu diingat bahwa Kams Backup telah memecah database menjadi beberapa file SQL dan akan memproses file-file SQL secara berurutan sesuai dengan namanya. Oleh sebab itu, pastikan bahwa pengguna tiad kengubah nama dari sebuah file atau menghilangkan salah satu file SQL karena tindakan ini akan menyebabkan kegagalan pada proses pengembalian database.

Untuk memasukkan data dari file backup ke database, caranya cukup mudah yaitu dengan cara memilih semua file SQL yang ada di dalam direktori. Pengguna tidak perlu mengekstrak file SQL yang berada di dalam file ZIP karena Kams Backup secara otomatis akan mengekstraknya kecuali jika file ZIP tersebut berisi file ZIP yang di dalamnya terdapat file SQL.